"Udah nyampe" ujar HaniTak sampai 20 menit Stephani mengantarkan Fauzi ke rumahnya. Padahal, jarak rumah sakit - rumah Fauzi itu berjarak cukup jauh. Jika manusia normal yang mengendarai mobilnya, bisa sampai 40menit nyampenya. (Ya tentunya kamu tau apa maksudnya~)
"ah hm thanks" Fauzi menjawab.Saat Stephani hendak keluar dari mobil, Fauzi mencengram lengan Stephani.
"Lo ga usah turun. Cukup gue aja yang turun"
"lah? ini kan mobil lo. berarti gue yang turun dong"
"ga usah. gue kasih pinjem mobil gue ke lo. Ga tega gue kalo harus ngebiarin seorang cewe pulang malem sendirian. Biar besok lo bisa balikin ke gue di sekolah" Jelas Fauzi
"Ya tapi kan.. hh iya juga sih haha yaudah deh, makasih ya. Tenang aja, mobil lo pasti aman ko ;)" Ucap Stephani sambil tersenyum.Fauzi pun keluar dari mobilnya. Dan tak lama dari itu, Stephani langsung tancap gas meninggalkan Fauzi . "ada yang lupa!" pikir Fauzi . Segera ia mengeluarkan ponselnya, dan mengirim sms pada seseorang. Setelah itu, ia tersenyum dan masuk ke dalam rumahnya.
Piip-piip ! Piip-piip !
Suara tanda ada sms masuk. Karena sedang sibuk menyetir, Stephani tidak menghiraukan smsnya itu. "Palingan juga dari nyokap. iya mah, bentar lagi juga aku nyampe ko" pikir Stephani saat itu. Dan pada saat itu pula, ia menambah kecepatan mobilnya.
-aaa-
Brug !
Stephani menghempaskan tubuhnya di tempat tidur. Untung saat ia pulang hanya ada Mba Minah yang masih bangun. Mamah-Papah sudah tidur dari tadi katanya. Jadi dia ga harus berlama-lama jelasin ke orangtuanya itu kenapa ia bisa pulang malem bawa mobil orang. Bisa-bisa ntar dia dikira abis maling lagi~hh
"oiya.." Stephani teringat kembali pada ponselnya yang tadi berbunyi. Dari Fauzi . Kenapa lagi dia?
"Makasih ya udah nemenin gue seharian ini. Maafin kalo tadi lo sempet kena damprat Rika. Dia emang gitu. Cemburuan. Udah ga tahan sih sebenernya, tapi gue masih nunggu waktu yang tepat buat mutusin dia...""Eh malah curhat dia. Kirain mau sms apaan " pikir Stephani saat setelah membaca smsnya itu. Tak disangka, ternyata ada dua sms yang ia terima dari Fauzi . Ia pun membuka dan membaca lagi sms keduanya itu..
"Oiya gue baru inget, ada satu paket buku Ulysses Moore di belakang. Tadi gue beliin itu buat lo. Itung-itung buat rasa terimakasih sekaligus permintaan maaf gue ke elo, karena udah bikin lo takut tadi :)"Waw. Sepaket buku Ulysses Moore? Gilaa, Stephani merasa sangat senang saat itu. Ia lari ke garasi untuk mengambil paket buku itu. Dan setelah itu, ia membalas sms Fauzi ..
"waw ulysses moore! ko lo bisa sih tau2 ngasih gue buku2 ini? hahah tapi gue ga mau munafik yah, langsung aja. Makasih banget yaaaa, gue sukaaaaaa banget sama pemberian lo. Soal Ka Rika sama masalah tadi, gausah dipikirin. Guenya juga malah udah lupa ko sama masalah itu. Hihi"Tak lama dari itu, smsnya dibalas..
"Oh bagus deh kalo lo suka, makasih juga ya udah mau nerima pemberian gue. hm, Udah malem Han, lo harus istirahat. Jangan sampe ntar gue harus nengokin lo gara2 lo kecapean hari ini. Lo gausah bales sms gue, pokonya lo harus istirahat. Good night, have a nice dream... dear :)""Dear? waw. konyol anak ini. kesetanan apa bisa tau-tau manggil kaya gini. ah dasar cowo." pikir Hani. Tak mau ambil pusing, Stephani langsung menghapus sms itu, dan menarik selimut sampai ke menutupi sebagian tubuhnya.
"Hari yang melelahkan, hari yang menyenangkan, hari bersamanya. hoaahhm" Stephani memejamkan matanya.
The end ?
nb : Cerita ini hanya fiktif belaka. Mohon maaf apabila ada kesamaan Nama, cerita, atau apapun yang berhubungan dengan cerita ini. Cerita ini semata-mata hanya dibuat untuk menghibur para pembaca dan saya pribadi. Terima kasih atas waktunya, Wassalam ;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar