Pages

Selasa, 08 Maret 2011

Hari Bersamanya #3

"Itu orang yang tadi gue 'gusur' di becak pas gue mau ke taman. Gimana dong? Serem gue, mana gilaaa badannya gede banget~" ucap Hani khawatir
"Mana? Yang bawa tas gede itu? Udah ah cuekin aja, lagian belum tentu dia masih inget sama wajah lo. Ayolah" sela Fauzi , dan kembali menuntun Stephani ke lantai 2.
Namun, emang dasar udah apes, saat mereka berpapasan dengan manusia berbadan besar itu, ternyata dia mengenali wajah Stephani dan langsung muncul ekspresi wajah menuding 'tersangka' pada Stephani. Untungnya, Stephani masih sigap untuk menyikapi hal tersebut. Ia langsung balik menuntun Fauzi untuk sesegera mungkin menjauh dari tempat itu.
-aaa-
"Lo ga beli apa-apa?" tanya Fauzi pada Hani saat mereka antre di meja kasir.
Hani yang sedang sibuk membaca sinopsis buku Ulysses Moore menoleh dan menjawab,
"Ngga, lagi ga punya duit gue. Biasa, jatah bulanan udah abis sebelum waktunya hehe" jelas Hani.
 Ia pun kembali membolak-balik buku yang ia pegang saat itu.
"Lo mau buku itu? Ambil aja. Gue juga udah pernah baca buku itu, ceritanya imaginatif banget. Lo pasti suka" cerita Fauzi .
"Pengen sih, tapi ngga deh. Gaenak. Biar nanti gue beli sendiri aja kalo uang bulanan gue udah balik hehe" ucap Hani sambil kembali menyimpan buku tersebut di rak, dan pergi menuju rak-rak buku yang lain.
Sejenak Fauzi memperhatikan gadis itu, berpikir, dan tersenyum :)

-aaa-

"Sekarang mau kemana? Lo ga ada janji?" Tanya Fauzi sesaat mereka keluar dari toko buku.
"Terserah lo deh, tujuan gue kesini kan cuma mau nganterin lo. Lagian lumayan juga sih bikin gue ga boring. Ga ada ko, gue ikut lo aja" jawab Stephani.
Fauzi terdiam. Lalu ia menarik Stephani untuk pergi menuju foodcourt terdekat situ. "Tau aja sih kalo gue kelaperan, hiihi" ucap Hani dalam hati. Disana Fauzi mentraktir Hani. Katanya sih, sebagai tanda terima kasih udah mau nemenin dia hari ini. Cuma anehnya, selama mereka makan, Fauzi sering sekali mencuri-curi pandang pada Hani. Walaupun saat Hani menoleh Fauzi sudah mengalihkan pandangannya, namun Hani tetap merasakan hal itu. "Hmm.. Sayang banget lo udah punya cewe Zi, kalo ngga... husstt ! Jangan mikir yang aneh-aneh ah lo Han, mimpi aja lo !" Ucap Hani dalam hati, lalu mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajahnya.
Fauzi tampak keheranan melihat Hani saat itu. Namun emang dia orangnya gasuka banyak tanya, ia kembali membuang rasa penasarannya itu. Dan saat itu pula, Fauzi teringat sesuatu..
"Akkh.. ekhem. Ngng.. Ini buat lo.." Ucap Fauzi gugup, sambil memberikan sesuatu pada Hani.
Hani pun terdiam, tersedak, dan terkejut melihat sesuatu yang ada di hadapannya saat ini..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar