Soi benar-benar sudah tidak kuat dengan yang ia hadapi saat ini. Masalah sekolah, masalah dengan teman-temannya, juga tekanan-tekanan lain yang me,buatnya semakin frustasi. Ditambah lagi, ingatan masa lalu dikit demi sedikit muncul di pikirannya. Seakan tak bisa dicegah, mereka menggerogoti hati dan pikiran Soi. Bahkan raganya pun kini tampak kurang baik.
Semakin banyak ingatan yang muncul di pikirannya, semakin menjadi pula air matanya tumpah. Sampai-sampai baju yang dipakainya sudah cukup basah akibat air matanya.
"Gue gakuat, gue butuh seseorang saat ini. Dulu, kalo gue lagi kalap gini....ah!" Lagi-lagi ingatan itu muncul. Walaupun ia hanya bisa menangis tampa suara, tapi itu sudah cukup mewakili perasaannya saat ini. Soi sudah terlalu lama memendam, Soi terlalu lama tegar, ia sudah terlalu lama berpura-pura bahwa ia baik-baik saja. Ia sudah lelah dengan semua ini! Bukankah seseorang pasti memiliki titik dimana ia akan merasa benar-benar down dan merasa sangat rapuh? Jadi, itu bukan kesalahan kan? Lalu, jika begitu siapa yang salah dalam kejadian ini? Dan jawabannya ...................................................................................................................................... tidak ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar