"hhh indahnya dunia kalo tiap hari bisa bangun jam segini.. bebaaaaaaaaas!" ucap Clara sambil melihat jam dinding yang sudah menunjukan pukul 10.00. Liburan kali ini memang sering Clara habiskan untuk tidur dan bermain-main, belum satupun tugas yang ia sentuh sejauh ini. Padahal, ia tau tugasnya amat-sangat-menggunung di meja belajarnya. Tapi memang dasar pemalas, "ingin menikmati liburan tanpa tugas" katanya.
"Claraaa! cepet bangun, ada pacar lo tuh di depan!" teriak ka Siska. Uh, ganggu aja sih ini nenek sihir! etapi tunggu...pacar? sejak kapan gue punya pacar? batin Clara. Karena penasaran, tanpa pikir panjang Clara keluar rumah masih dengan piyama dan muka-bantal-rambut-semrawut nya. Dan astaga... Cowok dengan jaket biru, helm abu dan motor biru itu..... itu Topan!!! Kalang kabut salah tingkah Clara membereskan baju dan rambutnya. Iyalah, siapa yang ga salah tingkah pagi-pagi udah disamper sama mantan-ekhm-terindah!
"Eh gila cewek macam apaan lo jam segini baru bangun!? Mana iler dimana-mana lagi itu aduuuuh gimana mau cowok yang nyantol kalo gaya lo gitu terus! hahahahaha" teriak Topan sambil ngakak di motornya. Sumpah ya ini anak, blak-blakan banget ngomongnya, ga ngontrol deh! errr liat aja ntar!
"Suka-suka gue, urusan lo apa hah!?" teriak Clara ga kalah nyaring.
"Ow ow ow, galak lo ga ilang-ilang ya ternyata-_- ampun ndoro, ga maksud deh, canda doang kali!
"hhh iyedah! Ngapain lo kesini?" tanya Clara ketus.
"idiih udah minta maaf juga masih jutek juga! Niatnya sih gue cuma pengen jalan-jalan aja, berhubung ga ada temen yang bisa gue ajakin, mangkanya gue kesini. Mau ga lo? Mau ga mau harus mau, soalnya gue udah jauh-jauh dateng kesini. udah cepet sana mandi!" jawab Topan sambil membuka pager dan memasukan motornya ke halaman rumah Clara. Dih, udah nyolot, maksa, main masuk aja lagi! yebeliiiin (tapi ngangenin *eh._.) banget sih! ucap Clara dalam hati sambil mengambil handuk dan bersiap-siap untuk mandi.
15 menit kemudian, mereka siap berangkat. Dengan setelan jumper abu,jeans, dan sneakers serta sedikit polesan di wajah membuat Clara terlihat segar dan cantik. Tak sadar Topan memandangnya selama beberapa detik sampai akhirnya Clara bersuara.
"Gausah terpesona sama kecantikan gue, ayo berangkat!" ucap Clara sambil berlalu melewati Topan yang masih terkesima.
Di perjalanan, mereka tak banyak bicara. Sibuk dengan pikiran masing-masing. Tak lama kemudian, Topan menghentikan motornya di salah satu Supermall. Setelah berdebat cukup lama, akhirnya mereka memutuskan untuk menonton film action di bioskop. Memilih tempat duduk bersebelahan di bioskop, membuat mereka merasa teringat masa lalu. Saat mereka masih bersama, terikat oleh suatu ikatan 'pacaran' yang kini sudah tidak mereka miliki lagi. Banyak alasan yang akhirnya membuat mereka memilih untuk berpisah. Padahal, sudah tak dapat dipungkiri lagi, walaupun mereka sering ribut dan berdebat, di dalam hati kecil mereka masih tersimpan nama satu sama lain. Yah walaupun mungkin rasa itu sudah tidak sebesar dulu, tapi tetap saja masih belum ada yang bisa menggeser namanya.
Entah sadar atau tidak, selama film berlangsung, jemari mereka saling menggenggam. Erat. Mungkin teringat kenangan lalu, atau hanya sekedar melepas rindu. Yang pasti, sampai film berakhir, tangan mereka tidak juga lepas. Hanya dengan cara-tersirat seperti inilah, cara mereka untuk mengungkapkan perasaan satu sama lain. Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya, namun mereka mengerti. Dan merasakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar