Pages

Selasa, 07 Februari 2012

Teringatkan

Laras masih fokus dengan ponsel yang sedang dipegangnya. Sampai sebuah ftv di televisi  mengalihkan perhatiannya. Awalnya ia sama sekali tidak tertarik dengan ftv itu, “Ah biasa ceritanya” sahutnya saat melihat judulnya. Namun, ketika  melihat pertengahan dari ceritanya, ia mulai tertarik. Ceritanya seperti familiar. Cerita seperti ini.... hey ! ini mirip dengan kisah yang pernah aku alami ! ucapnya dalam hati. Semakin lama ia menonton, semakin terhanyutlah ia.

Ketika filmnya sedang iklan, ia mulai teringat akan kejadian beberapa bulan yang lalu. Kejadian yang hampir membuat hubungannya dengan sahabatnya terganggu. Persis seperti yang ada di film. Entah kenapa, Laras tiba-tiba emosi dan melemparkan remote tv yang tadi di pegangnya.

Ia kecewa pada dirinya sendiri. Kenapa aku sebego itu sih? Kenapa aku mau sama Tomi? Ah menyebalkan ! hal itu kembali mengganggu pikirannya.  Teringat ketika ia mendengar bahwa Sheila menangis karena ulahnya. Karena Laras berhubungan dengan mantan pacar Sheila. Sheila, sahabat baiknya sejak kelas 7 itu, telah ia kecewakan. Ia telah membuat sahabat terdekatnya menangis. Bukankah itu adalah sebuah hal bodoh?

Lebih bodohnya lagi, saat itu Laras tidak memiliki perasaan special sedikitpun pada Tomi. Yang akhirnya, secara tidak langsung dia justru telah menyakiti perasaan 2 orang sekaligus ! Bagus sekali bukan?

“Coba waktu itu aku dikasih sedikit kesempatan buat mikir sama Tomi. Aku pasti ga akan mau nerima Tomi. Dan semua ini ga akan terjadi” ucap Laras pada dirinya sendiri. Hanya penyesalan yang dapat ia rasakan saat ini. Menyesal, menyesal, sungguh sungguh menyesal.

Meskipun sepertinya sekarang Sheila telah melupakan kejadian pahit itu, tapi tetap saja rasa bersalah yang menyelimuti Laras tidak pernah hilang. Masalahnya, sekarang Laras merasa hubungannya dengan Sheila sudah tidak sehangat dulu. Dan hal itu, sungguh membuat Laras terus merasa berada dalam lingkup rasa bersalah.
Sampai detik ini, jikalau ia teringat dengan kejadian itu, ia masih tetap merasa bersalah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar