Selasa ini, rasa malas menyelimuti tubuhku dengan hangatnya. Dan oleh karena itu, hari ini pun aku tidak menyempatkan diri hanya untuk sekedar membersihkan diri ataupun membersihkan rumah. Bahkan untuk beranjak dari tempat tidurpun rasanya sangat berat. Sungguh, sungguh malas sekali aku hari ini.
Sebenarnya kemarin aku sempat berniat untuk pergi ke sekolah hari ini. Namun niat ku itu gagal terkalahkan oleh rasa malas yang sangat besar ini. Hmm.. malas. Ya malas. Satu kata yang hanya terdiri dari 5 huruf, namun dapat berpengaruh sangat besar.
Apalagi untuk seorang pelajar seperti diriku, yang baru saja menyelesaikan ujian akhir dari semester ganjilnya. Yang itu berarti, tak lama lagi liburan akan tiba. Hanya tinggal dengan hitungan hari. Kemalasan yang sangat besar akan menjemputku di hari-hari itu.
Sebenarnya, rasa malas ini bisa menjadi sedikit keuntungan untukku. Mungkin terdengar aneh di telinga kalian, tapi menurutku pribadi, ya begitulah. Karena rasa malas itu, aku bisa sedikit bersantai dirumah. Beristirahat, hanya untuk sekedar mengembalikan energi dan pikiranku yang selalu diperas tiada henti. Melepas rasa penat yang selalu mengikuti kemanapun aku pergi. Belum lagi jika aku dihadapkan dengan masalah sekolah yang belum selesai, dan juga masalah-masalah pribadiku. Sungguh, hal itu membuatku muak !
Aku pun mulai muak untuk selalu tersenyum dikala aku sedih. Aku tak tau, apakah ini yang disebut munafik? Ah, mungkin saja. Tapi memang aku bukan tipe orang yang selalu memperlihatkan emosiku. Walaupun, hal yang kulakukan ini lebih banyak memeras tenaga daripada biasanya.
Jadi untuk kali ini, aku akan berterima kasih pada rasa malas. Terima kasih, karena telah memberikanku sedikit ketenangan. Terima kasih, karena dengan ini aku bisa merasakan nikmatnya hidup. Bukan hidup yang selalu dipenuhi oleh asap-asap dan nafsu hitam disekelilingku.
Tapi aku tau, aku tidak boleh terlalu terlarut dalam rasa ini. Rasa malas yang memang kadang memberiku kenikmatan. Tapi sebenarnya kenikmatan itu semu. Jika aku terlena, maka aku tak akan bisa kembali. Jadi, aku harus bisa menyeimbangkan. Kapan aku harus malas, dan kapan juga aku harus bangkit dari rasa malas itu. Dan untuk sekarang, sepertinya aku harus segera bangkit dari kemalasan. Bangkit kembali untuk mengejar ketinggalanku, selama aku terlena .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar