November 24th, 2009

Banyak pendapat bahwa karakter atau watak manusia itu sulit atau bahkan tidak bisa diubah, dan ini memang benar adanya. Banyak orang tua ingin mengubah watak anaknya, suami mengubah istri atau sebaliknya, atasan mengubah anak buah dan sebaliknya, tetapi makin kita paksakan maksud tersebut maka makin bertambah sulit terlaksana bagaikan menembus tembok benteng. Makin bertambah umur, makin kaya, dan makin punya kuasa, maka manusia makin sulit untuk bisa berubah atau diubah karakternya. Banyak ilmu pengetahuan tentang sumber daya manusia yang membahas masalah karakter manusia ini akhirnya hanya memberikan solusi bagaimana karakter manusia ini bisa “disesuaikan” dengan manusia lain yang berinteraksi dengannya. Jadi bukan dengan “mengubah” dari dalam akar tabiat karakternya tetapi hanya me-make up tampak luarnya saja yaitu tabiat jaim dan tabiat kepribadiannya.Kenapa karakter yang di dalam ajaran agama disebut dengan “akhlak” ini dianggap penting, sebab inilah yang sebenarnya menjadi tujuan utama pengajaran kitab suci dari semua agama. Sebab karakter ini terprogram didalam roh manusia sebagai tingkat kinerja spiritualitas yang nantinya langgeng terbawa kealam roh setelah manusia meninggal, dan karakter inilah yang akan dinilai didalam “uji kelayakan” untuk masuk sorga. Di balik itu ada maksud Tuhan bagi umat-Nya yang berkarakter dewasa “serupa citra-Nya”, sebab dialah yang layak mewarisi bumi ini yang tidak lain adalah kehidupan berkelimpahan sejati.
Potensi manusiawi tidak mungkin bisa mengubah karakter manusia karena berada dalam satu tingkat dan dimensi, sehingga hanya potensi Ilahi yang berada ditingkat yang lebih tinggi dimensinya akan mampu mengubahnya.
SQ-Reformation akan memberikan jawaban tentang perubahan karakter ini secara permanen, dan solusi ini akan merupakan break-through dan reformasi besar didalam ilmu pengetahuan tentang sumber daya manusia .
Setelah saya mengalami pertobatan secara supra rasio-emosional oleh karena Kasih Karunia dan Hidayah Tuhan, maka saya merasakan ada perubahan yang sangat mendasar dari karakter saya. Seperti contohnya, saya bisa mengakui kesalahan didepan siapa saja yang biasanya sangat sulit bagi saya karena gengsi, merasa tidak sakit hati bila disalahkan ataupun direndahkan yang biasanya mudah sekali tersinggung, juga mulai bisa memahami kehendak orang lain yang biasanya selalu memaksakan kehendak ego sendiri. Dan masih banyak karakter saya lainnya yang berubah, sehingga saya menyadari bahwa saya bukan lagi diri saya yang dulu dan saya merasakan bahwa hidup ini begitu ringan, indah, dan sukacita karena penuh motivasi dan harapan.
Dengan karakter seperti ini, kemudian saya merasakan perubahan yang sangat signifikan didalam kelimpahan kehidupan saya, karena apapun yang dulu saya rindukan dan hasratkan maka Tuhan memenuhinya satu demi satu tanpa saya meminta-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar